Narasi Jonatan Christie yang Kecapekan di PBSI Home Turnamen

Posted on

Jakarta – Jonatan Christie akui kesusahan bermain 2x satu hari. Situasi itu membuat kerepotan sampai hampir keram.
Jonatan jadi salah satunya pemain tampil di Mola TV PBSI Home Turnamen yang berjalan semenjak Rabu (8/7/2020). Ia sukses meluncur ke set semi-final sesudah jalani laga-laga susah.

Bagaimana tidak, dari empat pertandingan yang ia mainkan hampir memerlukan waktu di atas 40 menit. Pertandingan pertama set penyisihan Group H waktu menantang Yonathan Ramlie, ia perlu waktu 44 menit untuk dapat memenangi laga dengan score 22-20, 21-13.

Selanjutnya sore harinya, Jonatan memerlukan waktu 41 menit untuk hadapi Muhammad Asqar Harianto serta menang 21-13, 21-16.

Waktu set penetapan juara group, Jonatan diminta bermain 80 menit waktu hadapi Ihksan Leonardo Imanuel Rumbay. Walau pada akhirnya ia menang dengan score 18-21, 21-10, 21-16.

Begitu juga di set perempatfinal waktu hadapi Karono. Jonatan baru bisa mengakhiri laga sesudah mainkan pertandingan 71 menit dengan juniornya itu. Serta, Jonatan pernah mendapatkan perawatan klinis untuk hilangkan rasa keram di bagian pahanya.

 

 

“Barusan kaki saya cukup sedikit ingin keram, hanya semua oke. Tidak dapat disangkal namanya permainan, saya tidak sempat main 2x satu hari. Serta pagi hari saya kalkulasi sampai 70 menit. Ya, itu baik untuk latihan tetapi bukan untuk laga,” kata Jonatan seperti kutip detikSport saat interviu dengan Mola TV.

Di semi-final Jonatan Christie telah dinanti rivalnya, Shesar Hiren Rhustavito. Shesar terlebih dulu amankan tempat di semi-final sesudah menaklukkan Tegar Sulistio 21-13, 21-5.

“Untuk persiapan pertandingan esok, penting ialah jaga otot serta stamina. Kembali lagi sama seperti yang saya sebutkan, laga ini satu hari 2x jadi tidak gampang. Walaupun mereka junior saya tetapi kami telah saling tahu kemampuan semasing. Jadi tidak gampang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *